Skip to main content


Cegah Corona, Pemuda Ngampel Kaliabu dirikan Posko Siaga Covid-19



          Sebagai bentuk pencegahan dan sikap tanggap terhadap Corona, pemuda di Ngampel Kaliabu, Salaman, Magelang mendirikan Posko Siaga Covid-19. Pos yang terletak di kediaman Udin selaku penanggung jawab ini mulai beroperasi dari tanggal 30 Maret sampai 13 April 2020, yang kemungkinan akan diperpanjang sampai 3 bulan nanti.
            Posko Siaga Covid-19, merupakan hasil musyawarah desa dan menjadi pionir utama dalam upaya pencegahan Covid-19. Untuk pendanaanya sendiri, Anggaran dana desa sangat bermanfaat untuk mendukung para pemuda dalam menjaga lingkungan dari bahaya Covid-19. Semua posko terletak di depan gerbang masuk setiap dusun dengan Balai Desa sebagai Posko Pusatnya. Posko Siaga Covid-19 ini mempunyai 3 fungsi utama yaitu, pengawasan, pencegahan dan pembelajaran. Fungsi pengawasan disini seperti, pengawasan terhadap pengendara yang keluar masuk dusun, pendataan bagi para perantau yang pulang, dan pengawasan tehadap sopir bus lintas daerah. Untuk fungsi pencegahan, pemuda Ngampel menjadwalkan seminggu sekali penyemprotan desinfektan kepada rumah rumah warga, selain itu  penyemprotan disinfektan juga berlaku bagi para pengendara yang akan masuk dusun setelah melewati di jalan raya. Untuk para pendatang, diharuskan melapor ke posko sebelum masuk sebagai wujud dari fungsi pencegahan itu sendiri. Fungsi pembelajaran, difokuskan untuk mengedukasi masyarakat akan hidup sehat, lalu mengkampanyekan budaya cuci tangan yang baik dan benar serta penggunaan masker baik bagi mereka yang sakit maupun mereka yang akan beraktivitas diluar  rumah.


            Menurut Udin, tanggapan dari warga Ngampel mengenai anjuran #StayatHome sendiri tergolong mendukung dan menyadari sepenuhnya. Seperti ketika ada pengajian 3 bulanan, pihak yang mempunyai hajat memaklumi kalau acara tidak sepenuhnya bisa dilakukan. Sementara kasus PDP di Ngampel ini belum ada sedangkan untuk ODPnya sendiri berjumlah 3 orang dan sudah menjalani isolasi mandiri selama dua minggu. Karena masyarakat mendukung dan menyadari akan bahaya Covid-19 ini, dari pihak penanggung jawab posko dan Kadus tidak merasa ada hambatan besar dalam upaya mencegah Covid-19 ini.



Comments